setiap orang
memiliki masa lalu
terkadang mengingatnya
adalah suatu keniscayaan
seperti diriku
yang sesekali terbang
menjenguk masa lalu itu
namun, engkau harus percaya
dan tetaplah kuatkan percayamu
bahwa masa kini
dan masa depanku
adalah dirimu
Rabu, 05 April 2017
Senin, 25 Juni 2012
Surat dari Imam Ali bin Abi Thalib untuk Para Penguasa
Surat dari Imam Ali bin Abi Thalib untuk Para Penguasa
Jadikanlah kekuasaanmu yang sangat pada segala sesuatu yang paling dekat dengan kebenaran, paling luas dalam keadilan dan paling meliputi kepuasan rakyat banyak. Sebab, kemarahan rakyat banyak mampu mengalahkan kepuasan kaum elit. Adapun kemarahan kaum elit dapat diabaikan dengan adanya kepuasan rakyat banyak. Sesungguhnya rakyat yang berasal dari kaum elit ini adalah yang paling berat membebani wali negeri dalam masa kemakmuran ; paling sedikit bantuannya di masa kesulitan ; paling membenci keadilan ; paling banyak tuntutannya, namun paling sedikit rasa terimakasihnya bila diberi ; paling lambat menerima alasan bila ditolak ; dan paling sedikit kesabaranya bila berhadapan dengan berbagai bencana.
Seburuk-buruk menterimu adalah mereka yang tadinya juga menjadi menteri orang-orang jahat yang telah berkuasa sebelummu, yang bersekutu dengan mereka dalam dosa dan pelanggaran. Maka jangan kau jadikan mereka sebagai kelompok pendampingmu, sebab mereka adalah pembantu-pembantu kaum durhaka dan saudara-saudara kaum yang aniaya.
Kemudian pilihlah untuk jabatan sebagai hakim orang-orang yang paling utama diantara rakyatmu, yang luas pengetahuannya dan tidak mudah dibangkitkan emosinya oleh lawannya. Tidak berkeras kepala dalam kekeliruan dan tidak segan kembali kepada kebenaran bila telah mengetahuinya. Tidak tergiur hatinya oleh ketamakan. Tidak merasa cukup dengan pemahaman yang hanya di permukaan saja, tetapi ia berusaha memahami sesuatu sedalam-dalamnya. Mereka yang paling segera berhenti, karena berhati-hati, bila berhadapan dengan keraguan. Yang paling bersedia menerima argumen-argumen yang benar dan yang paling sedikit rasa kesalnya bila didebat oleh lawan. Yang paling sabar menyelidiki semua urusan dan yang paling tegas beroleh kejelasan tentang penyelesainya.
Untuk kaum fakir miskin dan Kaum Lemah jangan kau lalaikan mereka. Jangan sekali-kali kau disibukkan oleh kemewahan. Dan jangan beranggapan bahwa kau tidak akan dituntut apabila melalaikan yang remeh semata-mata disebabkan kau telah menyempurnakan berbagai urusan yang besar lagi penting. Curahkanlah perhatianmu pada mereka dan jangan sekali-kali kau palingkan wajahmu dari mereka. Telitilah juga hal ihwal orang-orang yang tidak dapat mencapaimu disebabkan kehinaan mereka di mata orang banyak. Tugaskanlah beberapa orang kepercayaanmu-yang bersahaja dan tawadhu-untuk meneliti keadaan orang-orang itu. Kemudian penuhilah kewajibanmu terhadap mereka sehingga kaudapat mempertanggung-jawabkan kelak, pada saat perjumpaanmu dengan Allah SWT. Ingatlah apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw: Tidak akan tersucikan suatu ummat selama si lemah tidak dapat menuntut dan memperoleh kembali haknya dari si kuat tanpa rasa takut dan cemas.
(Sumber : Muhammad al Baqir, Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan 1999)
Jadikanlah kekuasaanmu yang sangat pada segala sesuatu yang paling dekat dengan kebenaran, paling luas dalam keadilan dan paling meliputi kepuasan rakyat banyak. Sebab, kemarahan rakyat banyak mampu mengalahkan kepuasan kaum elit. Adapun kemarahan kaum elit dapat diabaikan dengan adanya kepuasan rakyat banyak. Sesungguhnya rakyat yang berasal dari kaum elit ini adalah yang paling berat membebani wali negeri dalam masa kemakmuran ; paling sedikit bantuannya di masa kesulitan ; paling membenci keadilan ; paling banyak tuntutannya, namun paling sedikit rasa terimakasihnya bila diberi ; paling lambat menerima alasan bila ditolak ; dan paling sedikit kesabaranya bila berhadapan dengan berbagai bencana.
Seburuk-buruk menterimu adalah mereka yang tadinya juga menjadi menteri orang-orang jahat yang telah berkuasa sebelummu, yang bersekutu dengan mereka dalam dosa dan pelanggaran. Maka jangan kau jadikan mereka sebagai kelompok pendampingmu, sebab mereka adalah pembantu-pembantu kaum durhaka dan saudara-saudara kaum yang aniaya.
Kemudian pilihlah untuk jabatan sebagai hakim orang-orang yang paling utama diantara rakyatmu, yang luas pengetahuannya dan tidak mudah dibangkitkan emosinya oleh lawannya. Tidak berkeras kepala dalam kekeliruan dan tidak segan kembali kepada kebenaran bila telah mengetahuinya. Tidak tergiur hatinya oleh ketamakan. Tidak merasa cukup dengan pemahaman yang hanya di permukaan saja, tetapi ia berusaha memahami sesuatu sedalam-dalamnya. Mereka yang paling segera berhenti, karena berhati-hati, bila berhadapan dengan keraguan. Yang paling bersedia menerima argumen-argumen yang benar dan yang paling sedikit rasa kesalnya bila didebat oleh lawan. Yang paling sabar menyelidiki semua urusan dan yang paling tegas beroleh kejelasan tentang penyelesainya.
Untuk kaum fakir miskin dan Kaum Lemah jangan kau lalaikan mereka. Jangan sekali-kali kau disibukkan oleh kemewahan. Dan jangan beranggapan bahwa kau tidak akan dituntut apabila melalaikan yang remeh semata-mata disebabkan kau telah menyempurnakan berbagai urusan yang besar lagi penting. Curahkanlah perhatianmu pada mereka dan jangan sekali-kali kau palingkan wajahmu dari mereka. Telitilah juga hal ihwal orang-orang yang tidak dapat mencapaimu disebabkan kehinaan mereka di mata orang banyak. Tugaskanlah beberapa orang kepercayaanmu-yang bersahaja dan tawadhu-untuk meneliti keadaan orang-orang itu. Kemudian penuhilah kewajibanmu terhadap mereka sehingga kaudapat mempertanggung-jawabkan kelak, pada saat perjumpaanmu dengan Allah SWT. Ingatlah apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw: Tidak akan tersucikan suatu ummat selama si lemah tidak dapat menuntut dan memperoleh kembali haknya dari si kuat tanpa rasa takut dan cemas.
(Sumber : Muhammad al Baqir, Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan 1999)
Senin, 28 Mei 2012
Ragam Puisi Pendek
Sahabat, kali ini saya akan memposting beberapa puisi pendek saya.
Sengaja tanpa judul, biarkan segenap kata yang terangkai dalam puisi pendek ini menjadi judulnya ..hehe :)
--------------------------------------------------------------------
Merindumu itu
serupa mengulum bibir senja, meneduhkan.
Lihatlah, dua angsa putih memadu rasa di telaga itu, mesra.
Tak seperti kita, hanya merindu tanpa bertemu. Hampa.
Terima kasih luka,
kau telah mengajariku betapa berartinya senyuman itu.
Serapuh istana pasir tertelan ombak di tepi pantai,
begitulah perlakuanmu pada rinduku,
tak berarti apapun.
Terimakasih telah menanam benih rindu di hati ini,
meski kau tak ingin menuainya.
Rindu itu milikku bukan milikmu.
Lezat sayang.
Itulah jawab yang kuharap kau haturkan
ketika menu rindu kusajikan di meja makan malam kita.
Aku adalah hati.
Sebentuk hati yg kau biarkan bermahkota nelangsa dalam tumpukan rindu usang.
Yakini kekasih,
hidupmu terlalu hambar untuk dijalani,
tanpa menuai cinta ini.
Rinduku hanyalah rasa nirmakna,
sampai kau disisiku memberinya jiwa.
Terpecahkan gelas rindunya kala bertemu di bangku tua itu
kekasih lama, kisah kembali bermula?
Sengaja tanpa judul, biarkan segenap kata yang terangkai dalam puisi pendek ini menjadi judulnya ..hehe :)
--------------------------------------------------------------------
Merindumu itu
serupa mengulum bibir senja, meneduhkan.
Lihatlah, dua angsa putih memadu rasa di telaga itu, mesra.
Tak seperti kita, hanya merindu tanpa bertemu. Hampa.
Terima kasih luka,
kau telah mengajariku betapa berartinya senyuman itu.
Serapuh istana pasir tertelan ombak di tepi pantai,
begitulah perlakuanmu pada rinduku,
tak berarti apapun.
Terimakasih telah menanam benih rindu di hati ini,
meski kau tak ingin menuainya.
Rindu itu milikku bukan milikmu.
Lezat sayang.
Itulah jawab yang kuharap kau haturkan
ketika menu rindu kusajikan di meja makan malam kita.
Aku adalah hati.
Sebentuk hati yg kau biarkan bermahkota nelangsa dalam tumpukan rindu usang.
Yakini kekasih,
hidupmu terlalu hambar untuk dijalani,
tanpa menuai cinta ini.
Rinduku hanyalah rasa nirmakna,
sampai kau disisiku memberinya jiwa.
Terpecahkan gelas rindunya kala bertemu di bangku tua itu
kekasih lama, kisah kembali bermula?
Minggu, 15 April 2012
MENUNGGU ITU LUKA
pernah percaya
waktu kan mampu membawamu kembali bersamaku
pernah emaskan asa
tuk bisa mendayung perahu hidup bersamamu
pernah meyakini
sang angin kepakkan sayapmu ke peraduanku
pernah hampakan hati
sekian lama hanya tuk menantimu disini
pernah anggunkan kepedihan
kala mengenang lambaian tangan terakhirmu
pernah mengais kepingan masa lalu
berharap kan wujud menyatu kembali
pernah percaya
aku menanti, kau pun kembali
dan sungguh, perlu kau tahu
menunggu itu luka sayang
waktu kan mampu membawamu kembali bersamaku
pernah emaskan asa
tuk bisa mendayung perahu hidup bersamamu
pernah meyakini
sang angin kepakkan sayapmu ke peraduanku
pernah hampakan hati
sekian lama hanya tuk menantimu disini
pernah anggunkan kepedihan
kala mengenang lambaian tangan terakhirmu
pernah mengais kepingan masa lalu
berharap kan wujud menyatu kembali
pernah percaya
aku menanti, kau pun kembali
dan sungguh, perlu kau tahu
menunggu itu luka sayang
Rabu, 11 April 2012
Tristan Alif Naufal : Si Bocah Ajaib
Tristan Alif Naufal akhirnya menyedot perhatian media-media asing setelah aksinya di situs video sharing, Youtube, mencuat. Aksi tersebut tak lain memperlihatkan kehebatannya mengolah bola di sebuah sesi latihan dan latih tanding. Aksi Tristan memperlihatkan bocah tujuh tahun itu telah menguasai dasar-dasar bermain bola yang baik. Alhasil, julukan New Messi melekat pada bocah tersebut.
Pemberitaan tentang Tristan juga dimuat di situs Tribalfootball.com on Wednesday 04/11/2012 : Liverpool are urging Indonesian fans to stay calm over the hype of whizkid Tristan Alif Naufal. The 7 year-old has been dubbed 'Indonesia's Lionel Messi' thanks to his exploits on YouTube. The junior is part of Liverpool's Indonesian academy and is already a local celebrity. "Tristan is a great kid," Paul Barratt, Senior Academy Coach at LFC IFAss Indonesia, told liverpoolfc.tv "His attitude is brilliant. He always listens to the coaches and tries his very best at all times. However, we need to remember that Tristan is only 7 years old. Now, he needs to learn how to fit into a team. We're committed to continuing to support Tristan and helping him achieve his potential in the hope that he can one day make it as a professional footballer."
Potensi bocah kelahiran Jakarta, 12 Desember 2004 itu juga mendapat pengakuan dari pelatih Liverpool Academy Indonesia, Paul Baratt. Meski begitu, Baratt juga mewanti-wanti publik yang dilanda euforia bahwa Tristan masih harus banyak belajar.
“Tristan adalah anak yang hebat. Dia memiliki sikap yang brilian. Dia selalu mendengarkan pelatihnya dan mengeluarkan performa terbaik setiap waktu,” ungkap Baratt, pelatih di akademi Liverpool Indonesia di situs resmi Liverpool, Rabu, (11/4/2012). “Bagaimanapun, kami harus mengingat bahwa Tristan baru berusia tujuh tahun. Kini dia masih harus belajar bagaimana masuk ke dalam sebuah tim. kami berkomitmen untuk melanjutkan dukungan bagi Tristan dan membantunya meraih potensi terbaiknya dengan harapan suatu saat dirinya mampu menjadi pesepakbola profesional,” tutupnya.
Inilah videonya :
Sumber : okezone.com ; tribalfootball.com ; youtube.com
Pemberitaan tentang Tristan juga dimuat di situs Tribalfootball.com on Wednesday 04/11/2012 : Liverpool are urging Indonesian fans to stay calm over the hype of whizkid Tristan Alif Naufal. The 7 year-old has been dubbed 'Indonesia's Lionel Messi' thanks to his exploits on YouTube. The junior is part of Liverpool's Indonesian academy and is already a local celebrity. "Tristan is a great kid," Paul Barratt, Senior Academy Coach at LFC IFAss Indonesia, told liverpoolfc.tv "His attitude is brilliant. He always listens to the coaches and tries his very best at all times. However, we need to remember that Tristan is only 7 years old. Now, he needs to learn how to fit into a team. We're committed to continuing to support Tristan and helping him achieve his potential in the hope that he can one day make it as a professional footballer."
Potensi bocah kelahiran Jakarta, 12 Desember 2004 itu juga mendapat pengakuan dari pelatih Liverpool Academy Indonesia, Paul Baratt. Meski begitu, Baratt juga mewanti-wanti publik yang dilanda euforia bahwa Tristan masih harus banyak belajar.
“Tristan adalah anak yang hebat. Dia memiliki sikap yang brilian. Dia selalu mendengarkan pelatihnya dan mengeluarkan performa terbaik setiap waktu,” ungkap Baratt, pelatih di akademi Liverpool Indonesia di situs resmi Liverpool, Rabu, (11/4/2012). “Bagaimanapun, kami harus mengingat bahwa Tristan baru berusia tujuh tahun. Kini dia masih harus belajar bagaimana masuk ke dalam sebuah tim. kami berkomitmen untuk melanjutkan dukungan bagi Tristan dan membantunya meraih potensi terbaiknya dengan harapan suatu saat dirinya mampu menjadi pesepakbola profesional,” tutupnya.
Inilah videonya :
Sumber : okezone.com ; tribalfootball.com ; youtube.com
Langganan:
Postingan (Atom)

