Tampilkan postingan dengan label RANGKAI KATA (1995-1997). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RANGKAI KATA (1995-1997). Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2007

DUA CINTA

Terjerat aku
dalam rasa cinta tak tentu
Terperangkap
aku semakin terpuruk

Coba kusibak
rahasia yang pernah ada
Lelah diriku
tiada temukan setiaku

Tertunda kisah
indah bagai tak terpisahkan
Semu kupeluk
suntukkan hati 'tuk berfikir

Dua Cinta
kepayangkan aku
Dua Cinta
permainkan aku

Tertelan bimbang
dahaga smara berkepanjangan
Jernihkan benak
lapangkan diri dan buka hati ...


(PD heartroom, Maret '96)

KU INGIN

Ku ingin singgah di hatimu
semayamkan cinta abadi
Ku ingin himpun semua rindu
endapkan untukmu selalu

Dekap aku elus aku
ikhlaskan cintamu merasuk di jiwaku
ku ikhlaskan cintaku melebur di jiwamu

Ku mau membalut laramu
dengan ketulusan adanya
Ku mau kau selalu tersenyum
luruhkan dukamu slamanya

Peluk aku usah ragu
akhiri kelanamu berlabuh di hatiku
abaikan arus gundah amorkan suasana

Tiada patut ku ingkari
ingin yang kian menjadi
menjelmalah kini


(PD heartroom, Juli '97)

sang Dewi

Rangkaian kata ini
tercetus karenamu
perlambang kepalan rasaku
sekian waktu mengelus rindu
tak beringsut sejengkalpun
tetap 'kan untukmu

Untaian kata ini
perwujudan suara hati
terbelenggu hasrat ingin
haturkan cinta kasih
ke pangkuanmu sang Dewi
kahyangan kau bertahta

Di sana kau tersanjung
pelbagai kagum sahaja nan kemilau
Bermandi ratus bunga
lebur harum mengulum jiwa beku


(PD heartroom, Oktober '97)

U S A I

Usai sudah
kisah kita
kenangkanlah abadikan

Kau tetap di hati
kau tetap di jiwa

Sarat suka
ragam duka
takkan ringan kita lupakan

Kau tetap ku cinta
kau tetap ku sayang

Usai sudah
kisah kita
apa dikata lepaskanlah


(PD heartroom, September '97)

ANTARA KITA

Membuka tabir hati
terbersit gundah jamah naluri
merangkum peluh rindu
dandani diri memugar hasrat

Membabar asa pasti
membilas janji suci kembali
ciptakan sajak liris
luhurkan cinta menyatu rasa

Mengusung angan baru
lalaikan nanar damai 'kan ada
merdukan nada sumbang
bijakkan langkah alirkan rasa

Antara kita ...
terbentang jarak
tersekat beda
terhampar aral
Mungkinkah kita akan sebintang

dan jangan padamkan ku
bila ku selalu bercita kita 'kan satu
dan takkan pula ku redam pesonamu
yang terlanjur merasuk di kalbuku

Antara kita ...
mungkinkah akan sebintang


(PD heartroom, Oktober '95)

UNTUKMU (2)

Kebekuan bidadari
ciutkan nyali diri
khayalkan cinta bertahta
gemerlap keindahan

Jauh ditampar risau
gulitakan suasana
gemakan smara syahdu
harpa tak bersenandung
suara hati berbisik
lisanpun terhaturkan

Dariku untukmu
cintaku takkan keruh
bening hati bercermin

Dariku untukmu
rinduku bak berlian
bernas sarat bermakna


(PD heartroom, Maret '97)

ANDAI (KECUPAN TERSISA)

Cinta yang kubina kini tlah pudar
didera prasangka hempasan amarah
Bagaskan jiwa terajam berduka
hampakan hati luruhkan perasaan

Mestikah kita masih 'kan berdusta
rela berpaling hasratpun terlupa
Coba bertanya tuntaskan semua
tiada jawaban hanyalah keheningan

Andaikan kita 'kan temukan lagi
sejati rasa dalam berkasih
Andaikan kita 'kan dapat berjumpa
yakin masih ada Kecupan Tersisa


(PD heartroom, Agustus '95)

UNTUKMU (1)

Tatapan insan kecil
hampa tak bercahaya
pandang tiada berbatas
menembus cakrawala

Hiaskan bianglala
warnakan perasaan
tak berartinya kata mesra
meski telah terencana
Renungan hening jiwa
gembalakan sang ego

Dariku untukmu
cintaku takkan layu
walau panjang kemarau

Dariku untukmu
rinduku takkan lusuh
walau waktu berlalu


(PD heartroom, Maret '97)
Related Posts with Thumbnails