Setahuku ..
kita sama-sama mengagumi rembulan
kita sama-sama menyukai dinihari
kita sama-sama menikmati keheningan
Namun (mungkin) ..
kita sama-sama memilih untuk diam
memeluk erat sebentuk kerinduan
hingga tersirat
bahwa pertemuan hanyalah semakin menyesakkan
semakin merajakan nelangsa
Buat kamu yang tak pernah mau tahu ..
aku (masih) padamu
Tampilkan postingan dengan label Rangkai Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rangkai Kata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 April 2017
Rabu, 05 April 2017
KUATKAN PERCAYAMU
setiap orang
memiliki masa lalu
terkadang mengingatnya
adalah suatu keniscayaan
seperti diriku
yang sesekali terbang
menjenguk masa lalu itu
namun, engkau harus percaya
dan tetaplah kuatkan percayamu
bahwa masa kini dan masa depanku
adalah dirimu
memiliki masa lalu
terkadang mengingatnya
adalah suatu keniscayaan
seperti diriku
yang sesekali terbang
menjenguk masa lalu itu
namun, engkau harus percaya
dan tetaplah kuatkan percayamu
bahwa masa kini dan masa depanku
adalah dirimu
Senin, 28 Mei 2012
Ragam Puisi Pendek
Sahabat, kali ini saya akan memposting beberapa puisi pendek saya.
Sengaja tanpa judul, biarkan segenap kata yang terangkai dalam puisi pendek ini menjadi judulnya ..hehe :)
--------------------------------------------------------------------
Merindumu itu
serupa mengulum bibir senja, meneduhkan.
Lihatlah, dua angsa putih memadu rasa di telaga itu, mesra.
Tak seperti kita, hanya merindu tanpa bertemu. Hampa.
Terima kasih luka,
kau telah mengajariku betapa berartinya senyuman itu.
Serapuh istana pasir tertelan ombak di tepi pantai,
begitulah perlakuanmu pada rinduku,
tak berarti apapun.
Terimakasih telah menanam benih rindu di hati ini,
meski kau tak ingin menuainya.
Rindu itu milikku bukan milikmu.
Lezat sayang.
Itulah jawab yang kuharap kau haturkan
ketika menu rindu kusajikan di meja makan malam kita.
Aku adalah hati.
Sebentuk hati yg kau biarkan bermahkota nelangsa dalam tumpukan rindu usang.
Yakini kekasih,
hidupmu terlalu hambar untuk dijalani,
tanpa menuai cinta ini.
Rinduku hanyalah rasa nirmakna,
sampai kau disisiku memberinya jiwa.
Terpecahkan gelas rindunya kala bertemu di bangku tua itu
kekasih lama, kisah kembali bermula?
Sengaja tanpa judul, biarkan segenap kata yang terangkai dalam puisi pendek ini menjadi judulnya ..hehe :)
--------------------------------------------------------------------
Merindumu itu
serupa mengulum bibir senja, meneduhkan.
Lihatlah, dua angsa putih memadu rasa di telaga itu, mesra.
Tak seperti kita, hanya merindu tanpa bertemu. Hampa.
Terima kasih luka,
kau telah mengajariku betapa berartinya senyuman itu.
Serapuh istana pasir tertelan ombak di tepi pantai,
begitulah perlakuanmu pada rinduku,
tak berarti apapun.
Terimakasih telah menanam benih rindu di hati ini,
meski kau tak ingin menuainya.
Rindu itu milikku bukan milikmu.
Lezat sayang.
Itulah jawab yang kuharap kau haturkan
ketika menu rindu kusajikan di meja makan malam kita.
Aku adalah hati.
Sebentuk hati yg kau biarkan bermahkota nelangsa dalam tumpukan rindu usang.
Yakini kekasih,
hidupmu terlalu hambar untuk dijalani,
tanpa menuai cinta ini.
Rinduku hanyalah rasa nirmakna,
sampai kau disisiku memberinya jiwa.
Terpecahkan gelas rindunya kala bertemu di bangku tua itu
kekasih lama, kisah kembali bermula?
Minggu, 15 April 2012
MENUNGGU ITU LUKA
pernah percaya
waktu kan mampu membawamu kembali bersamaku
pernah emaskan asa
tuk bisa mendayung perahu hidup bersamamu
pernah meyakini
sang angin kepakkan sayapmu ke peraduanku
pernah hampakan hati
sekian lama hanya tuk menantimu disini
pernah anggunkan kepedihan
kala mengenang lambaian tangan terakhirmu
pernah mengais kepingan masa lalu
berharap kan wujud menyatu kembali
pernah percaya
aku menanti, kau pun kembali
dan sungguh, perlu kau tahu
menunggu itu luka sayang
waktu kan mampu membawamu kembali bersamaku
pernah emaskan asa
tuk bisa mendayung perahu hidup bersamamu
pernah meyakini
sang angin kepakkan sayapmu ke peraduanku
pernah hampakan hati
sekian lama hanya tuk menantimu disini
pernah anggunkan kepedihan
kala mengenang lambaian tangan terakhirmu
pernah mengais kepingan masa lalu
berharap kan wujud menyatu kembali
pernah percaya
aku menanti, kau pun kembali
dan sungguh, perlu kau tahu
menunggu itu luka sayang
Minggu, 26 Februari 2012
BUNGA TIDURKU
terpajang paras elokmu
di semua etalase anganku
berkerudung teduh
bermahkotakan keanggunan
kau begitu piawai
memainkan irama degup jantungku
kau sungguh lihai
menerbangkan sayap-sayap harapku
kau kepayangkanku dalam buaian rasa
'tuk mampu merengkuhmu
'tuk bisa memilikimu
namun, tatkala gerbang terjagaku
telah terlihat 'kan usaikan lelapku
terbuka perlahan mata ini
tersadarkan diri ini
ku kembali tertampar realita
kau tak lagi disini
...
di semua etalase anganku
berkerudung teduh
bermahkotakan keanggunan
kau begitu piawai
memainkan irama degup jantungku
kau sungguh lihai
menerbangkan sayap-sayap harapku
kau kepayangkanku dalam buaian rasa
'tuk mampu merengkuhmu
'tuk bisa memilikimu
namun, tatkala gerbang terjagaku
telah terlihat 'kan usaikan lelapku
terbuka perlahan mata ini
tersadarkan diri ini
ku kembali tertampar realita
kau tak lagi disini
...
Senin, 12 Desember 2011
ADALAH CINTA ...
adalah cinta
kemewahan dari bias kesederhanaan yang engkau sajikan
adalah cinta
rangkum ketulusan dari semua rasa yang engkau haturkan
adalah cinta
keanggunan dari sahaja yang melekat erat di segenapmu
adalah cinta
sesuatu yang tak pernah usang tuk mewakili getaran rasa
adalah cinta
sesuatu yang tak pernah lelah menghidupkan harapan
adalah cinta
penaut diantara diriku, engkau, dia, kita pun mereka
adalah cinta
...
(silahkan dilanjut sesuai kata hati para sahabat :-)
kemewahan dari bias kesederhanaan yang engkau sajikan
adalah cinta
rangkum ketulusan dari semua rasa yang engkau haturkan
adalah cinta
keanggunan dari sahaja yang melekat erat di segenapmu
adalah cinta
sesuatu yang tak pernah usang tuk mewakili getaran rasa
adalah cinta
sesuatu yang tak pernah lelah menghidupkan harapan
adalah cinta
penaut diantara diriku, engkau, dia, kita pun mereka
adalah cinta
...
(silahkan dilanjut sesuai kata hati para sahabat :-)
Minggu, 27 November 2011
HUJAN MALAM INI, ITU KAMU
menepi diri di sisi jendela ini
terawang hampa senyap mendekap
rinai hujan berderai gemulai
perlahan menghitung rindu
engkau titipkan di tiap rintik hujan itu
dinginkan aku di gerahnya gelisah ini
tengah apakah engkau disana
masihkah menabung rasa
tuk menanti saatnya tiba
masihkah menghimpun asa
tuk mahkotakan ikrar kita
ragu ini sempat menyeruak
menyergap relung hati terdalam
bimbang terlanda tanya tentangmu
hujan, deras sajalah
biar rindu ini terasa membuncah
menjagaku tetap padamu
hujan malam ini, itu kamu
terawang hampa senyap mendekap
rinai hujan berderai gemulai
perlahan menghitung rindu
engkau titipkan di tiap rintik hujan itu
dinginkan aku di gerahnya gelisah ini
tengah apakah engkau disana
masihkah menabung rasa
tuk menanti saatnya tiba
masihkah menghimpun asa
tuk mahkotakan ikrar kita
ragu ini sempat menyeruak
menyergap relung hati terdalam
bimbang terlanda tanya tentangmu
hujan, deras sajalah
biar rindu ini terasa membuncah
menjagaku tetap padamu
hujan malam ini, itu kamu
Senin, 03 Oktober 2011
MY WEDDING (MINGGU, 25 SEPTEMBER 2011)
Minggu, 25 September 2011
Hari terindah hidupku dan hidupmu
jejak hari yang takkan pernah terlupa
kala dimana ku lisankan ikrar setia padamu
di hadapan penghulu dan tetamu yang menjadi saksi
terasa degup jantung yang tidak beraturan
keringat dingin mengembun di tangan ini
dan alhamdulillah ..
segalanya lancar terhaturkan
kini kau dan aku sah dalam ikatan pernikahan
menaiki sebentuk bahtera baru
bersiap berdua mengarungi samudera kehidupan
belajar dan berjuang menghadapi berbagai hal
suka, duka, senang, susah, senyum, tawa dan mungkin tangis
namun kita meyakini dan selalu berharap pada-Nya
kita percaya niat baik ini diridhoi oleh-Nya
aku dan kamu, kini menjadi kita
dalam lingkaran pernikahan
( Puguh & Reny )
Senin, 15 Agustus 2011
66 TAHUN INDONESIA MERDEKA
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2011
66 Tahun Indonesia Merdeka
Meski saat ini negeri kita tercinta tengah terpuruk
namun semoga asa optimis dan nyala semangat
masih membara di dada kita
bahwa negeri ini bisa bangkit dari segala keterpurukan
bahwa negeri ini bukanlah negeri para koruptor
tapi negeri yang menjunjung tinggi kejujuran
negeri yang dikaruniai alam dan manusia yang luar biasa
hanya mungkin butuh waktu
untuk mampu mewujudkan semua keadaan terbaik itu
semoga Tuhan masih membuka hati
semoga Tuhan masih berkenan merahmati negeri ini
negeri yang telah 66 tahun mengenyam rasa kemerdekaan
semoga negeri kita benar-benar menjadi negeri yang merdeka
Ingatlah semua perjuangan dan pengorbanan para pahlawan
mereka tidak ikut menikmati rasanya kemerdekaan
mereka hanya ingin negeri ini bebas dari segala bentuk penjajahan
menjadi negeri yang mampu berdiri di kaki sendiri
mengatur dirinya sendiri demi kesejahteraan dan kemakmuran semua rakyatnya
Indonesia ..
apapun adanya dirimu
engkau tetaplah negeriku
baik buruknya dirimu
engkau adalah tempat kami berpijak
Jangan menangis negeriku
Bangkitlah menuju Indonesia yang cemerlang
aku yakin engkau bisa !!
Label:
curhat,
Rangkai Kata,
Renungan
Jumat, 29 Juli 2011
AKU, KAMU, CINTA KITA
bulan mengapung di peraduan
mencumbu kemilau kerling bintang
cermin suka hati ku mengingatmu
menikmati harum nafasmu disini
geletarkan segala penjuru hati ini
aku terluruh arus padamu
ikuti isyarat kuntum senyum itu
senyum terelok bias bening telaga batinmu
semakin betah bertahta di istanamu
engkau luar biasa lewat kesederhanaanmu
pun engkau begitu istimewa
dengan apa adanya dirimu
meleburlah dalam irama smara yang terindah
aku, kamu, itu kita
untuk cinta yang terwujudkan
...
mencumbu kemilau kerling bintang
cermin suka hati ku mengingatmu
menikmati harum nafasmu disini
geletarkan segala penjuru hati ini
aku terluruh arus padamu
ikuti isyarat kuntum senyum itu
senyum terelok bias bening telaga batinmu
semakin betah bertahta di istanamu
engkau luar biasa lewat kesederhanaanmu
pun engkau begitu istimewa
dengan apa adanya dirimu
meleburlah dalam irama smara yang terindah
aku, kamu, itu kita
untuk cinta yang terwujudkan
...
Rabu, 20 Juli 2011
REALITA RETORIKA
katanya ini negara hukum
tapi nyatanya penegakan hukum tak pernah tuntas
katanya ini negara agraris
tapi nyatanya beras pun masih impor
katanya ini negara beradab
tapi nyatanya kekerasan ada dimana-mana
katanya ini negara beragama
tapi nyatanya korupsi kian merajalela
katanya ini negara kaya raya berlimpah sumber daya alam
tapi nyatanya kehidupan rakyatnya jauh dari harapan
jurang kesenjangan
semakin menganga lebar
suguhan ketidakadilan
jadi sesuatu yang biasa
bagai anak ayam yang kehilangan induknya
semua berlarian seliar-liarnya
berbuat apapun sesuka hatinya
katanya ini negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Persatuan Indonesia
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Kerakyatan Yang Dipimpin
Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
tapi nyatanya ...
katanya ini negara Pancasila
tapi nyatanya ...
tapi nyatanya penegakan hukum tak pernah tuntas
katanya ini negara agraris
tapi nyatanya beras pun masih impor
katanya ini negara beradab
tapi nyatanya kekerasan ada dimana-mana
katanya ini negara beragama
tapi nyatanya korupsi kian merajalela
katanya ini negara kaya raya berlimpah sumber daya alam
tapi nyatanya kehidupan rakyatnya jauh dari harapan
jurang kesenjangan
semakin menganga lebar
suguhan ketidakadilan
jadi sesuatu yang biasa
bagai anak ayam yang kehilangan induknya
semua berlarian seliar-liarnya
berbuat apapun sesuka hatinya
katanya ini negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Persatuan Indonesia
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Kerakyatan Yang Dipimpin
Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
tapi nyatanya ...
katanya ini negara yang ber-Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
tapi nyatanya ...
katanya ini negara Pancasila
tapi nyatanya ...
BUNGA
relakan hujan itu menghaturkan pesannya
ketika kemarau telah keringkan sang bunga
hanya berharap pada detik nafas terakhir
tersimpan bongkahan asa membuncah
tuk tegar bergelayut di tangkai kehidupan
bunga, tetaplah bertahan
tatkala badai menerpa tubuhmu
kabut aral halangi laju inginmu
kuatlah sebagas sinar mentari
menembus sisi gelap lorong gua keraguan
kepalkan yakinmu
engkau mampu
engkau kan bisa
wujudkan apa yang kau citakan
...
ketika kemarau telah keringkan sang bunga
hanya berharap pada detik nafas terakhir
tersimpan bongkahan asa membuncah
tuk tegar bergelayut di tangkai kehidupan
bunga, tetaplah bertahan
tatkala badai menerpa tubuhmu
kabut aral halangi laju inginmu
kuatlah sebagas sinar mentari
menembus sisi gelap lorong gua keraguan
kepalkan yakinmu
engkau mampu
engkau kan bisa
wujudkan apa yang kau citakan
...
Selasa, 14 Juni 2011
SENANDUNG CINTA KALA SENJA
engkau adalah kuntum senyumku
engkau adalah tetes hujan kemarauku
ketika dekapan wangimu menyergapku
terlupa deritaku menahan hempasan rindu
terasa ringan beban di bahuku
engkau hibahkan makna
pada hampa rasaku
engkau realitakan
mimpi-mimpi mayaku
engkau nyawakan kembali
cintaku yang telah mati
...
engkau adalah tetes hujan kemarauku
ketika dekapan wangimu menyergapku
terlupa deritaku menahan hempasan rindu
terasa ringan beban di bahuku
engkau hibahkan makna
pada hampa rasaku
engkau realitakan
mimpi-mimpi mayaku
engkau nyawakan kembali
cintaku yang telah mati
...
Minggu, 12 Juni 2011
JEJAK SANG MANTAN
bibir mimpimu
mengecup lembut bibir mimpiku
akupun tunduk ikuti arah telunjuk hatimu
merebah di ranjang lembutmu
aku jatuh ..
kuakui aku luruh
ku nikmati setiap sentuhan itu
lalu ku terjaga ..
dan kaupun telah berlalu
bukan saat ini
namun itu telah menahun
kau tanamkan lara di padang gersang hatiku
belumlah tersembuhkan hingga kini
membekas terlalu dalam di benakku
tercipta luka menganga di dinding jiwaku
sampai kapan kau bertahan mengusikku
tak jera senyumkan mimpiku
nelangsakan nyataku
jejakmu tak terkhilafkan
namun engkau ku teduhkan di ruang silamku
tenanglah disana, mantanku
mengecup lembut bibir mimpiku
akupun tunduk ikuti arah telunjuk hatimu
merebah di ranjang lembutmu
aku jatuh ..
kuakui aku luruh
ku nikmati setiap sentuhan itu
lalu ku terjaga ..
dan kaupun telah berlalu
bukan saat ini
namun itu telah menahun
kau tanamkan lara di padang gersang hatiku
belumlah tersembuhkan hingga kini
membekas terlalu dalam di benakku
tercipta luka menganga di dinding jiwaku
sampai kapan kau bertahan mengusikku
tak jera senyumkan mimpiku
nelangsakan nyataku
jejakmu tak terkhilafkan
namun engkau ku teduhkan di ruang silamku
tenanglah disana, mantanku
Minggu, 29 Mei 2011
AMNESIA
berulang kali kebodohan itu
berkali jatuh di lubang yang sama
seolah tak pernah siuman dari ketidaksadaran ini
seakan terlupa pada semua kesalahan yang terjadi
termangu dalam kepungan tanya
mengapa bisa seperti ini?
ada apa dengan semua ini?
terpuruk di ujung waktu
tanpa kompas memandu haluan
terkurung dalam penjara tak berterali
tiada daya, terlalu ringkih
tuk terjemahkan isyarat semesta
...
berkali jatuh di lubang yang sama
seolah tak pernah siuman dari ketidaksadaran ini
seakan terlupa pada semua kesalahan yang terjadi
termangu dalam kepungan tanya
mengapa bisa seperti ini?
ada apa dengan semua ini?
terpuruk di ujung waktu
tanpa kompas memandu haluan
terkurung dalam penjara tak berterali
tiada daya, terlalu ringkih
tuk terjemahkan isyarat semesta
...
Jumat, 06 Mei 2011
SETAHUN KEMARIN
( Rangkaian Kata Mengenang Setahun Wafatnya Ibunda Tercinta )
6 Mei 2010
saat dimana Engkau menutup mata
hembuskan lembut nafas terakhir
meninggalkan dunia fana ini
mengakhiri semua rasa sakit
seiring kumandang gema adzan isya'
kembali pada pelukan Sang Pencipta
6 Mei 2011
tak terasa setahun sudah berlalu
Engkau tinggalkan jejak kehilangan
begitu mendalam di ruang hati ini
tak terasa setahun telah bergulir
Engkau berteduh dalam dekapan kasih sayang-Nya
Ibunda Tersayang ..
Cinta, Rindu dan Do'a terhaturkan selalu
semoga Sang Pencipta senantiasa merahmati Engkau di alam sana
dan berkenan kelak pertemukan kembali di syurga-Nya
amiin ya Robbal 'alamiin ...
6 Mei 2010
saat dimana Engkau menutup mata
hembuskan lembut nafas terakhir
meninggalkan dunia fana ini
mengakhiri semua rasa sakit
seiring kumandang gema adzan isya'
kembali pada pelukan Sang Pencipta
6 Mei 2011
tak terasa setahun sudah berlalu
Engkau tinggalkan jejak kehilangan
begitu mendalam di ruang hati ini
tak terasa setahun telah bergulir
Engkau berteduh dalam dekapan kasih sayang-Nya
Ibunda Tersayang ..
Cinta, Rindu dan Do'a terhaturkan selalu
semoga Sang Pencipta senantiasa merahmati Engkau di alam sana
dan berkenan kelak pertemukan kembali di syurga-Nya
amiin ya Robbal 'alamiin ...
Senin, 02 Mei 2011
KAU SATU KALA RINDU (KSKR)
MAKSUD HATIKU MENUNDUKKAN RINDU
APA DAYA SEMAKIN MERINDU SUNGGUH
BUKAN MENGUNCUP TUK MENCIUT
KIAN MENGERUCUT LURUHKU MENUJUMU
BERNAUNG KU NYAMAN PADA ASA TENTANGMU
BERSANDAR KU TEGAR PADA PILAR BIJAKMU
SENDIRI KU MENEKUR DIRI
KEMBARAKAN BENAK INI PADAMU
MENJAWAB SEMUA TANYA RAGU
SELAMA INI JADI RANJAU DI HATI
ENGKAU MUARA
SEGALA ALIRAN RASAKU
ENGKAU TUJUAN
SEGALA ARAH HARAPKU
ENGKAULAH SATU KALA RINDU
...
APA DAYA SEMAKIN MERINDU SUNGGUH
BUKAN MENGUNCUP TUK MENCIUT
KIAN MENGERUCUT LURUHKU MENUJUMU
BERNAUNG KU NYAMAN PADA ASA TENTANGMU
BERSANDAR KU TEGAR PADA PILAR BIJAKMU
SENDIRI KU MENEKUR DIRI
KEMBARAKAN BENAK INI PADAMU
MENJAWAB SEMUA TANYA RAGU
SELAMA INI JADI RANJAU DI HATI
ENGKAU MUARA
SEGALA ALIRAN RASAKU
ENGKAU TUJUAN
SEGALA ARAH HARAPKU
ENGKAULAH SATU KALA RINDU
...
Label:
Rangkai Kata,
Renungan,
RUANG BIJAK
Jumat, 08 April 2011
KALIAN (BUKAN) WAKIL KAMI
masihkah menebar benih harap
meski tanah ini semakin gersang
pusaka yang mungkin tak lagi bertuah
hanya tinggal cerita usang
lantunan hujan setiap saat bersenandung
namun tak mampu tumbuhkan nyali baiknya
masih sembunyikan bintang
atau sinarnya memang telah musnah
hanya jadi kisah kusam
tanah ini bukanlah yang dulu
kini tanah ini penuh koar hampa
dan sosok seribu wajah
ketika kenyataan telah lugas bicara
gamblang telanjangi janji yang teringkari
kalian setia merangkai berjuta alasan
merias dusta dengan bedak kebohongan
menjual mimpi-mimpi mewah begitu melenakan
membuai kesadaran benak ini
hingga terlupa berulang kali
mimpi-mimpi itu kosong tanpa makna
terburamkan begitu rupa
kalian telah membunuh sisa rasa percaya kami
maaf .. maafkan kami
kalian bukanlah wakil kami
karena wakil kami, pastinya
memahami keinginan kami
mengerti kemauan kami
mendengar rintihan kami
melihat nestapa kami
sedangkan kalian ? ...
...
meski tanah ini semakin gersang
pusaka yang mungkin tak lagi bertuah
hanya tinggal cerita usang
lantunan hujan setiap saat bersenandung
namun tak mampu tumbuhkan nyali baiknya
masih sembunyikan bintang
atau sinarnya memang telah musnah
hanya jadi kisah kusam
tanah ini bukanlah yang dulu
kini tanah ini penuh koar hampa
dan sosok seribu wajah
ketika kenyataan telah lugas bicara
gamblang telanjangi janji yang teringkari
kalian setia merangkai berjuta alasan
merias dusta dengan bedak kebohongan
menjual mimpi-mimpi mewah begitu melenakan
membuai kesadaran benak ini
hingga terlupa berulang kali
mimpi-mimpi itu kosong tanpa makna
terburamkan begitu rupa
kalian telah membunuh sisa rasa percaya kami
maaf .. maafkan kami
kalian bukanlah wakil kami
karena wakil kami, pastinya
memahami keinginan kami
mengerti kemauan kami
mendengar rintihan kami
melihat nestapa kami
sedangkan kalian ? ...
...
Selasa, 29 Maret 2011
JEJAK WANGIMU
mengurai wangimu
tertinggal di pelataran hatiku
tiupkan satu nafas
tak pernah terhirup sebelumnya
engkau geletarkan rongga rasaku
menepuk lembut dinding sukma
sekian waktu bermahkota rindu
engkau tetesan embun
pada relung kemarau jiwaku
ingin bertamu ke rumah batinmu
berbincang tentang jejak wangi
yang engkau tinggalkan
tak perlu kau takut
ku usik tenangmu
aku hanya terjemahkan
ada rasa tak biasa di hatiku
...
tertinggal di pelataran hatiku
tiupkan satu nafas
tak pernah terhirup sebelumnya
engkau geletarkan rongga rasaku
menepuk lembut dinding sukma
sekian waktu bermahkota rindu
engkau tetesan embun
pada relung kemarau jiwaku
ingin bertamu ke rumah batinmu
berbincang tentang jejak wangi
yang engkau tinggalkan
tak perlu kau takut
ku usik tenangmu
aku hanya terjemahkan
ada rasa tak biasa di hatiku
...
Jumat, 18 Maret 2011
RASA TAK BERMAKNA
bukan pada ruang ini aku berada
menjejak semu apungkan rasa
semua takkan bermakna
aku tahu aku siakan ini
aku tahu aku percumakan waktu
apa pedulimu tentang semua ini
tak ada
ya engkau takkan pernah ada
meski sekedar tuk menolehku
aku mengerti
engkau takkan pernah mengerti
aku memahami
engkau takkan pantaskan aku lagi
aku melahap lezatnya menu
yang tak pernah tersajikan
aku rapuhkan renta rasaku
pada asa yang tak pernah tercipta
...
menjejak semu apungkan rasa
semua takkan bermakna
aku tahu aku siakan ini
aku tahu aku percumakan waktu
apa pedulimu tentang semua ini
tak ada
ya engkau takkan pernah ada
meski sekedar tuk menolehku
aku mengerti
engkau takkan pernah mengerti
aku memahami
engkau takkan pantaskan aku lagi
aku melahap lezatnya menu
yang tak pernah tersajikan
aku rapuhkan renta rasaku
pada asa yang tak pernah tercipta
...
Langganan:
Postingan (Atom)

