Surat dari Imam Ali bin Abi Thalib untuk Para Penguasa
Jadikanlah kekuasaanmu yang sangat pada segala sesuatu yang paling dekat
dengan kebenaran, paling luas dalam keadilan dan paling meliputi
kepuasan rakyat banyak. Sebab, kemarahan rakyat banyak mampu mengalahkan
kepuasan kaum elit. Adapun kemarahan kaum elit dapat diabaikan dengan
adanya kepuasan rakyat banyak. Sesungguhnya rakyat yang berasal dari
kaum elit ini adalah yang paling berat membebani wali negeri dalam masa
kemakmuran ; paling sedikit bantuannya di masa kesulitan ; paling membenci
keadilan ; paling banyak tuntutannya, namun paling sedikit rasa
terimakasihnya bila diberi ; paling lambat menerima alasan bila ditolak ;
dan paling sedikit kesabaranya bila berhadapan dengan berbagai bencana.
Seburuk-buruk menterimu adalah mereka yang tadinya juga menjadi
menteri orang-orang jahat yang telah berkuasa sebelummu, yang bersekutu
dengan mereka dalam dosa dan pelanggaran. Maka jangan kau jadikan mereka
sebagai kelompok pendampingmu, sebab mereka adalah pembantu-pembantu
kaum durhaka dan saudara-saudara kaum yang aniaya.
Kemudian pilihlah untuk jabatan sebagai hakim orang-orang yang
paling utama diantara rakyatmu, yang luas pengetahuannya dan tidak mudah
dibangkitkan emosinya oleh lawannya. Tidak berkeras kepala dalam
kekeliruan dan tidak segan kembali kepada kebenaran bila telah
mengetahuinya. Tidak tergiur hatinya oleh ketamakan. Tidak merasa cukup
dengan pemahaman yang hanya di permukaan saja, tetapi ia berusaha
memahami sesuatu sedalam-dalamnya. Mereka yang paling segera berhenti,
karena berhati-hati, bila berhadapan dengan keraguan. Yang paling
bersedia menerima argumen-argumen yang benar dan yang paling sedikit
rasa kesalnya bila didebat oleh lawan. Yang paling sabar menyelidiki
semua urusan dan yang paling tegas beroleh kejelasan tentang
penyelesainya.
Untuk kaum fakir miskin dan Kaum Lemah jangan kau lalaikan
mereka. Jangan sekali-kali kau disibukkan oleh kemewahan. Dan jangan
beranggapan bahwa kau tidak akan dituntut apabila melalaikan yang remeh
semata-mata disebabkan kau telah menyempurnakan berbagai urusan yang
besar lagi penting. Curahkanlah perhatianmu pada mereka dan jangan
sekali-kali kau palingkan wajahmu dari mereka. Telitilah juga hal ihwal
orang-orang yang tidak dapat mencapaimu disebabkan kehinaan mereka di
mata orang banyak. Tugaskanlah beberapa orang kepercayaanmu-yang
bersahaja dan tawadhu-untuk meneliti keadaan orang-orang itu. Kemudian
penuhilah kewajibanmu terhadap mereka sehingga kaudapat
mempertanggung-jawabkan kelak, pada saat perjumpaanmu dengan Allah SWT.
Ingatlah apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw: Tidak akan tersucikan
suatu ummat selama si lemah tidak dapat menuntut dan memperoleh kembali
haknya dari si kuat tanpa rasa takut dan cemas.
(Sumber : Muhammad al Baqir, Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan 1999)
Tampilkan postingan dengan label RUANG BIJAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUANG BIJAK. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012
Senin, 02 Mei 2011
KAU SATU KALA RINDU (KSKR)
MAKSUD HATIKU MENUNDUKKAN RINDU
APA DAYA SEMAKIN MERINDU SUNGGUH
BUKAN MENGUNCUP TUK MENCIUT
KIAN MENGERUCUT LURUHKU MENUJUMU
BERNAUNG KU NYAMAN PADA ASA TENTANGMU
BERSANDAR KU TEGAR PADA PILAR BIJAKMU
SENDIRI KU MENEKUR DIRI
KEMBARAKAN BENAK INI PADAMU
MENJAWAB SEMUA TANYA RAGU
SELAMA INI JADI RANJAU DI HATI
ENGKAU MUARA
SEGALA ALIRAN RASAKU
ENGKAU TUJUAN
SEGALA ARAH HARAPKU
ENGKAULAH SATU KALA RINDU
...
APA DAYA SEMAKIN MERINDU SUNGGUH
BUKAN MENGUNCUP TUK MENCIUT
KIAN MENGERUCUT LURUHKU MENUJUMU
BERNAUNG KU NYAMAN PADA ASA TENTANGMU
BERSANDAR KU TEGAR PADA PILAR BIJAKMU
SENDIRI KU MENEKUR DIRI
KEMBARAKAN BENAK INI PADAMU
MENJAWAB SEMUA TANYA RAGU
SELAMA INI JADI RANJAU DI HATI
ENGKAU MUARA
SEGALA ALIRAN RASAKU
ENGKAU TUJUAN
SEGALA ARAH HARAPKU
ENGKAULAH SATU KALA RINDU
...
Label:
Rangkai Kata,
Renungan,
RUANG BIJAK
Minggu, 23 Januari 2011
BIJAKKAN MASA LALU
relakan terendap bijak apa yang teringat
jika hanya kan semakin nelangsakan hati
pudarkan saja memori lara itu
jika buatmu terbenam lumpur gelisah
kau tak bisa hidup di masa lalu
usah kau tersenyum tuk terluka
kau takkan bisa memetik bintang
namun kau kan sanggup binarkan kilaunya
ucapkan santun tuk sisi silammu
aku jadikanmu
pengalaman terbaik
pemahaman terdalam
bekal bermakna
masa lalu ..
terima kasih telah mewarnai kanvas hidupku
...
jika hanya kan semakin nelangsakan hati
pudarkan saja memori lara itu
jika buatmu terbenam lumpur gelisah
kau tak bisa hidup di masa lalu
usah kau tersenyum tuk terluka
kau takkan bisa memetik bintang
namun kau kan sanggup binarkan kilaunya
ucapkan santun tuk sisi silammu
aku jadikanmu
pengalaman terbaik
pemahaman terdalam
bekal bermakna
masa lalu ..
terima kasih telah mewarnai kanvas hidupku
...
Label:
Rangkai Kata,
Renungan,
RUANG BIJAK
Minggu, 28 November 2010
BERANDA MALAM
aku di beranda malam
menepikan diri dari keramaian
menjauh dari keriuhan
aku tenang disini
berbincang dengan hati
mengakrabi sendiriku
bermesraan dengan nurani
saatnya sejenak merehatkan diri
di halte malam nan nyaman ini
memandang lesung pipit rembulan
tersenyum begitu rupawan
tetap setia tunaikan tugasnya
tiada alpa benderangkan malam
berhiaskan bintang teman sejatinya
berkilau begitu menawan
melepaskan rantai jenuh
mengusap peluh penatku
meletakkan ransel beban memberat
memahami tuk jadikannya amanah yang teremban
menghirup sejuknya udara
segarkan pengapnya ruang nafasku
mengisi baterai hati hingga penuh kembali
lalu bergegas berdiri menegaskan langkah
menapaki fase demi fase hidup ini
...
menepikan diri dari keramaian
menjauh dari keriuhan
aku tenang disini
berbincang dengan hati
mengakrabi sendiriku
bermesraan dengan nurani
saatnya sejenak merehatkan diri
di halte malam nan nyaman ini
memandang lesung pipit rembulan
tersenyum begitu rupawan
tetap setia tunaikan tugasnya
tiada alpa benderangkan malam
berhiaskan bintang teman sejatinya
berkilau begitu menawan
melepaskan rantai jenuh
mengusap peluh penatku
meletakkan ransel beban memberat
memahami tuk jadikannya amanah yang teremban
menghirup sejuknya udara
segarkan pengapnya ruang nafasku
mengisi baterai hati hingga penuh kembali
lalu bergegas berdiri menegaskan langkah
menapaki fase demi fase hidup ini
...
Label:
Rangkai Kata,
Renungan,
RUANG BIJAK
Jumat, 17 September 2010
MAKNA SILATURAHIM
oleh Aa Gym
Rasulullah SAW mengatakan dalam H.R Bukhari dan Muslim bahwa “barang siapa yang ingin rizkinya diluaskan dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menghubungkan tali silaturahim.”
Istilah silaturahim di tengah-tengah masyarakat kita sering diartikan sebagai kegiatan kunjung-mengunjungi, saling bertegur sapa, saling menolong, dan saling berbuat kebaikan. Namun, sesungguhnya bukan itu makna silaturahim sesungguhnya. Silaturahim bukan hanya ditandai dengan saling berbalasan salam tangan atau memohon maaf belaka. Bila mencermati dari asal katanya, yakni shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang, maka silaturahim diartikan sebagai menghubungkan kasih sayang antar sesama. Silaturahim juga bermakna menghubungkan mereka yang sebelumnya terputus hubungan atau interaksi, dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Contohnya adalah ketika ada salah satu pihak yang lebih dulu menyapa saudaranya, sementara sebelumnya interaksi di antara keduanya sedang tidak harmonis, maka dialah yang mendapat pahala lebih besar. Dan juga silaturahim ditandai dengan hubungan dengan hati, yakni keluasan hati. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda, "Yang disebut bersilaturahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR Bukhari).
Demikian, silaturahmi pun memiliki fadhilah yang mustajab untuk mendatangkan kebaikan; bahkan keburukan, bila memutuskannya. Sebagaimana disabdakan oleh Rasul saw: "Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).
Rasulullah Saw juga pernah bersabda bahwa “tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim.” Sudah ada balasan dari Allah bagi orang yang bersilaturahim yaitu surge, dan sebaliknya bagi orang yang memutuskan tali silaturahim yaitu neraka. Begitu besarnya balasan Allah sehingga begitu besar juga cobaan yang akan dihadapi. Dalam cobaan tersebut, hendaknya tidak mendahulukan hawa nafsu dan dendam, sehingga akan hilang balasan surga dari Allah.
Rasulullah SAW memberikan tips kepada kita agar terjalin saling mencintai dengan sesama muslim, yakni:
1. Tebarkan salam
2. Menghubungkan tali silaturahim
3. Memberi makan kepada yang membutuhkan.
Betapa pentingnya silaturahim dalam hubungan sesame, Rasulullah saw berpesan “sayangilah apa yang ada di muka bumi, niscaya Allah dan semesta alam akan menyayangimu” (H.R Tirmidzi), yang dapat diartikan bahwa hak saling berkasih sayang dan silaturahim tidak terbatas pada kerabat, tetapi sesama makhluk ciptaan Allah SWT.
Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa silaturahmi tidak hanya tampilan lahiriah belaka, namun harus melibatkan pula aspek hati. Dengan kombinasi amalan lahiriah dan amalan hatinya, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat silaturahmi lebih baik. Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi bila kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita atau seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya.
Dalam sebuah hadis diungkapkan, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim).
Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Semoga kita bisa meraih surga Nya dengan membina silaturahim antar sesama.
Sumber : eramuslim.com
Rasulullah SAW mengatakan dalam H.R Bukhari dan Muslim bahwa “barang siapa yang ingin rizkinya diluaskan dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menghubungkan tali silaturahim.”
Istilah silaturahim di tengah-tengah masyarakat kita sering diartikan sebagai kegiatan kunjung-mengunjungi, saling bertegur sapa, saling menolong, dan saling berbuat kebaikan. Namun, sesungguhnya bukan itu makna silaturahim sesungguhnya. Silaturahim bukan hanya ditandai dengan saling berbalasan salam tangan atau memohon maaf belaka. Bila mencermati dari asal katanya, yakni shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang, maka silaturahim diartikan sebagai menghubungkan kasih sayang antar sesama. Silaturahim juga bermakna menghubungkan mereka yang sebelumnya terputus hubungan atau interaksi, dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Contohnya adalah ketika ada salah satu pihak yang lebih dulu menyapa saudaranya, sementara sebelumnya interaksi di antara keduanya sedang tidak harmonis, maka dialah yang mendapat pahala lebih besar. Dan juga silaturahim ditandai dengan hubungan dengan hati, yakni keluasan hati. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda, "Yang disebut bersilaturahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR Bukhari).
Demikian, silaturahmi pun memiliki fadhilah yang mustajab untuk mendatangkan kebaikan; bahkan keburukan, bila memutuskannya. Sebagaimana disabdakan oleh Rasul saw: "Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).
Rasulullah Saw juga pernah bersabda bahwa “tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim.” Sudah ada balasan dari Allah bagi orang yang bersilaturahim yaitu surge, dan sebaliknya bagi orang yang memutuskan tali silaturahim yaitu neraka. Begitu besarnya balasan Allah sehingga begitu besar juga cobaan yang akan dihadapi. Dalam cobaan tersebut, hendaknya tidak mendahulukan hawa nafsu dan dendam, sehingga akan hilang balasan surga dari Allah.
Rasulullah SAW memberikan tips kepada kita agar terjalin saling mencintai dengan sesama muslim, yakni:
1. Tebarkan salam
2. Menghubungkan tali silaturahim
3. Memberi makan kepada yang membutuhkan.
Betapa pentingnya silaturahim dalam hubungan sesame, Rasulullah saw berpesan “sayangilah apa yang ada di muka bumi, niscaya Allah dan semesta alam akan menyayangimu” (H.R Tirmidzi), yang dapat diartikan bahwa hak saling berkasih sayang dan silaturahim tidak terbatas pada kerabat, tetapi sesama makhluk ciptaan Allah SWT.
Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa silaturahmi tidak hanya tampilan lahiriah belaka, namun harus melibatkan pula aspek hati. Dengan kombinasi amalan lahiriah dan amalan hatinya, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat silaturahmi lebih baik. Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi bila kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita atau seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya.
Dalam sebuah hadis diungkapkan, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim).
Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Semoga kita bisa meraih surga Nya dengan membina silaturahim antar sesama.
Sumber : eramuslim.com
Label:
Idul Fitri,
Renungan,
RUANG BIJAK
Selasa, 13 Juli 2010
BAIK-BAIK SAJA
tak seperti yang terkirakan
tak ada jejak tertinggalkan
semua masih baik-baik saja
kilauan embun tetaplah rebah
pada ranjang hijau dedaunan
bukan apa yang terpikirkan
lebih pada apa yang seharusnya
semua mengalir baik-baik saja
kerlingan bintang masihlah genit
merayu pelukan dinginnya malam
tak seiring duga hati
langit memayungi dengan senyuman
semua baik-baik saja
...
tak ada jejak tertinggalkan
semua masih baik-baik saja
kilauan embun tetaplah rebah
pada ranjang hijau dedaunan
bukan apa yang terpikirkan
lebih pada apa yang seharusnya
semua mengalir baik-baik saja
kerlingan bintang masihlah genit
merayu pelukan dinginnya malam
tak seiring duga hati
langit memayungi dengan senyuman
semua baik-baik saja
...
Kamis, 11 Februari 2010
TENTANG KITA
kita menjawab mereka
yang selalu mempertanyakan tentang kita
membasuh semua debu yang bukan milik kita
biarkanlah saja
mereka menabur lisan yang keruh buat kita
hingga mereka jenuh dan kehabisan kata
kan ada saatnya semua terjawab
dengan indahnya
lisan kita tidak begitu berarti buat mereka
relakanlah saja
segalanya menjadi terang pada waktunya ...
yang selalu mempertanyakan tentang kita
membasuh semua debu yang bukan milik kita
biarkanlah saja
mereka menabur lisan yang keruh buat kita
hingga mereka jenuh dan kehabisan kata
kan ada saatnya semua terjawab
dengan indahnya
lisan kita tidak begitu berarti buat mereka
relakanlah saja
segalanya menjadi terang pada waktunya ...
Kamis, 08 Januari 2009
Bijak
Orang yang berilmu bagaikan matahari yang akan menerangi dirinya sendiri dan orang lain
( Imam Al-Ghazali)
Pertanyaan paling mendesak dalam hidup adalah apa yang sudah kita kerjakan untuk orang lain? ..
(Martin luther king Jr.)
( Imam Al-Ghazali)
Pertanyaan paling mendesak dalam hidup adalah apa yang sudah kita kerjakan untuk orang lain? ..
(Martin luther king Jr.)
Selasa, 23 Desember 2008
Baik
It's good to be an important person
but it's more important to be a good person
memang baik menjadi orang penting
tetapi lebih penting menjadi orang baik
...
but it's more important to be a good person
memang baik menjadi orang penting
tetapi lebih penting menjadi orang baik
...
Jumat, 14 November 2008
Kalimat Bijak
Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat untuk orang lain (Muhammad saw)
Manusia tidak menjadi terhormat atas apa yang ia terima. Kehormatan diberikan kepada orang yang memberi (Calvin Coolidge)
Sembilan puluh sembilan persen kegagalan akan menimpa orang-orang yang memiliki kebiasaan membuat-buat alasan (G. Washington)
Setidaknya ada dua cara menyebarkan cahaya: Menjadi lilin atau menjadi kaca yang memantulkan cahaya (Edith Warthon)
Saya hanyalah satu, dan tetap satu. Saya tak bisa melakukan segala hal tetapi saya bisa melakukan beberapa hal. Dan karena saya tidak bisa melakukan segala-galanya, saya tidak akan menolak melakukan hal yang saya bisa (E.E Hall)
Orang yang kehilangan kekayaannya, kehilangan banyak. Orang yang kehilangan teman, kehilangan lebih banyak lagi. Tetapi ia yang kehilangan keberanian kehilangan segala-galanya (M.De Cervantes)
Kata-katamu berbicara. Apa yang kamu kerjakan juga berbicara. Tetapi apa yang kau kerjakan berbicara lebih keras daripada apa yang kau ucapkan (John C.Maxwell)
Sumber : jamil.niriah.com
Manusia tidak menjadi terhormat atas apa yang ia terima. Kehormatan diberikan kepada orang yang memberi (Calvin Coolidge)
Sembilan puluh sembilan persen kegagalan akan menimpa orang-orang yang memiliki kebiasaan membuat-buat alasan (G. Washington)
Setidaknya ada dua cara menyebarkan cahaya: Menjadi lilin atau menjadi kaca yang memantulkan cahaya (Edith Warthon)
Saya hanyalah satu, dan tetap satu. Saya tak bisa melakukan segala hal tetapi saya bisa melakukan beberapa hal. Dan karena saya tidak bisa melakukan segala-galanya, saya tidak akan menolak melakukan hal yang saya bisa (E.E Hall)
Orang yang kehilangan kekayaannya, kehilangan banyak. Orang yang kehilangan teman, kehilangan lebih banyak lagi. Tetapi ia yang kehilangan keberanian kehilangan segala-galanya (M.De Cervantes)
Kata-katamu berbicara. Apa yang kamu kerjakan juga berbicara. Tetapi apa yang kau kerjakan berbicara lebih keras daripada apa yang kau ucapkan (John C.Maxwell)
Sumber : jamil.niriah.com
Kamis, 13 November 2008
Terbatas
Terbatas mata ini
memandang apa yang terlihat
maka berilah cahaya-MU menuntun pandangan ini
Terbatas hati ini
mengerti apa yang terjadi
maka karuniakan bijak-MU memahami apa yang terjadi
memandang apa yang terlihat
maka berilah cahaya-MU menuntun pandangan ini
Terbatas hati ini
mengerti apa yang terjadi
maka karuniakan bijak-MU memahami apa yang terjadi
Rabu, 29 Oktober 2008
Bangkitlah Pemuda
Sumber : www.cybermq.com
Oleh Andrie Wongso
Tanggal 28 Oktober kita kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tepat 80 tahun silam, beberapa pemuda dari berbagai golongan mencetuskan sumpah yang hingga kini, hampir kita semua menghapalinya. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, itulah inti sumpah yang dianggap sebagai batu pancang persatuan bangsa yang kemudian mengantarkan Indonesia merdeka 17 tahun sesudahnya, yakni pada tahun 1945.
Pemuda memang harapan bangsa. Apalagi, jika ditilik lebih jauh ke belakang, Kebangkitan Nasional pun sebenarnya juga dipelopori oleh generasi muda, yang kala itu tergabung melalui organisasi Boedi Oetomo. Kini, 100 tahun pasca Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda, patut dipertanyakan apa peran para pemuda kali ini?
Reformasi tahun 1998 bisa dikatakan sebagai salah satu simbolisasi gerakan pemuda demi kebangkitan bangsa. Sayangnya, tak banyak perubahan yang terjadi pascakrisis moneter yang melanda beberapa bangsa di dunia. Saat negara lain-termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand-telah kembali pulih, bangsa ini sepertinya tak kunjung menemui jalan terang. Kalaupun ada sejumlah hal yang mengalami peningkatan, seperti pemberantasan korupsi atau menurunnya angka kemiskinan, hal itu belumlah terlalu signifikan dampaknya bagi kebangkitan bangsa. Lantas, apa sebenarnya yang membuat bangsa kita seolah tak segera mampu bangkit seperti bangsa lainnya?
Barangkali, satu survei yang baru-baru ini dilakukan oleh harian Media Indonesia bisa menjawab pertanyaan tersebut. Dari sekitar 480 responden pemuda yang tersebar di enam kota besar, Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makasar, menyebut bahwa orang Indonesia cenderung malas bekerja. Jumlah yang meyakini orang Indonesia sebagai golongan pemalas mencapai 58,3 persen. Sedangkan yang menyebut orang Indonesia rajin hanya 33,8 persen, dan sisanya mengaku tidak tahu. Jika benar hitungan ini, sungguh merupakan hal yang sangat merugikan kita sebagai bangsa yang besar, subur, dan kaya raya ini.
Sikap malas merupakan salah satu bentuk kemiskinan mental yang akan membuat kita terpuruk dalam jurang ketakberdayaan. Sebaliknya, sikap rajin akan mempercepat langkah untuk segera bangkit dari keterpurukan. Dan ini dibuktikan oleh beberapa negara yang sudah bangkit dari krisis seperti Korea Selatan. Di negeri ginseng itu budaya kerjanya sudah sangat cepat, teratur, disiplin, dan jauh dari kesan pemalas.
Memang, meski hasil survei tersebut tak bisa dikatakan mewakili hal sesungguhnya, tapi setidaknya angka-angka itu menjadi cerminan diri kita sebagai bangsa. Dan, seharusnya pula hal itu bisa kita jadikan sarana evaluasi bersama. Sudahkah kita, sebagai pribadi, punya sikap kaya mental? Sudahkah kita sebagai pemuda harapan bangsa, tak lagi memiliki sikap suka menunda-nunda? Sebab, hanya dengan memulai dari diri sendirilah kita akan mampu bangkit.
Karena itulah, menyambut peringatan Sumpah Pemuda ke-80 ini, mari kita kembangkan sikap kaya mental pada diri masing-masing. Gali dan terus kembangkan potensi demi kemajuan diri dan bangsa Indonesia.
Bosan kita menderita! Saatnya bersama, bersatu bangun Indonesia!!!
Oleh Andrie Wongso
Tanggal 28 Oktober kita kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tepat 80 tahun silam, beberapa pemuda dari berbagai golongan mencetuskan sumpah yang hingga kini, hampir kita semua menghapalinya. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, itulah inti sumpah yang dianggap sebagai batu pancang persatuan bangsa yang kemudian mengantarkan Indonesia merdeka 17 tahun sesudahnya, yakni pada tahun 1945.
Pemuda memang harapan bangsa. Apalagi, jika ditilik lebih jauh ke belakang, Kebangkitan Nasional pun sebenarnya juga dipelopori oleh generasi muda, yang kala itu tergabung melalui organisasi Boedi Oetomo. Kini, 100 tahun pasca Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda, patut dipertanyakan apa peran para pemuda kali ini?
Reformasi tahun 1998 bisa dikatakan sebagai salah satu simbolisasi gerakan pemuda demi kebangkitan bangsa. Sayangnya, tak banyak perubahan yang terjadi pascakrisis moneter yang melanda beberapa bangsa di dunia. Saat negara lain-termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand-telah kembali pulih, bangsa ini sepertinya tak kunjung menemui jalan terang. Kalaupun ada sejumlah hal yang mengalami peningkatan, seperti pemberantasan korupsi atau menurunnya angka kemiskinan, hal itu belumlah terlalu signifikan dampaknya bagi kebangkitan bangsa. Lantas, apa sebenarnya yang membuat bangsa kita seolah tak segera mampu bangkit seperti bangsa lainnya?
Barangkali, satu survei yang baru-baru ini dilakukan oleh harian Media Indonesia bisa menjawab pertanyaan tersebut. Dari sekitar 480 responden pemuda yang tersebar di enam kota besar, Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makasar, menyebut bahwa orang Indonesia cenderung malas bekerja. Jumlah yang meyakini orang Indonesia sebagai golongan pemalas mencapai 58,3 persen. Sedangkan yang menyebut orang Indonesia rajin hanya 33,8 persen, dan sisanya mengaku tidak tahu. Jika benar hitungan ini, sungguh merupakan hal yang sangat merugikan kita sebagai bangsa yang besar, subur, dan kaya raya ini.
Sikap malas merupakan salah satu bentuk kemiskinan mental yang akan membuat kita terpuruk dalam jurang ketakberdayaan. Sebaliknya, sikap rajin akan mempercepat langkah untuk segera bangkit dari keterpurukan. Dan ini dibuktikan oleh beberapa negara yang sudah bangkit dari krisis seperti Korea Selatan. Di negeri ginseng itu budaya kerjanya sudah sangat cepat, teratur, disiplin, dan jauh dari kesan pemalas.
Memang, meski hasil survei tersebut tak bisa dikatakan mewakili hal sesungguhnya, tapi setidaknya angka-angka itu menjadi cerminan diri kita sebagai bangsa. Dan, seharusnya pula hal itu bisa kita jadikan sarana evaluasi bersama. Sudahkah kita, sebagai pribadi, punya sikap kaya mental? Sudahkah kita sebagai pemuda harapan bangsa, tak lagi memiliki sikap suka menunda-nunda? Sebab, hanya dengan memulai dari diri sendirilah kita akan mampu bangkit.
Karena itulah, menyambut peringatan Sumpah Pemuda ke-80 ini, mari kita kembangkan sikap kaya mental pada diri masing-masing. Gali dan terus kembangkan potensi demi kemajuan diri dan bangsa Indonesia.
Bosan kita menderita! Saatnya bersama, bersatu bangun Indonesia!!!
Selasa, 28 Oktober 2008
JIKA ...
( dari Yahya bin Muadz ra )
Jika tidak bisa memberi manfaat
janganlah memberi mudharat
Jika tidak bisa membahagiakan
janganlah membuat sedih
Jika tidak bisa memuji
janganlah mencaci
...
Jika tidak bisa memberi manfaat
janganlah memberi mudharat
Jika tidak bisa membahagiakan
janganlah membuat sedih
Jika tidak bisa memuji
janganlah mencaci
...
Sabtu, 06 September 2008
TAK INGIN
Tak ingin berdiam dan terlena
dalam ruang nyaman
namun ingin terus berkembang
selaras arus zaman
...
dalam ruang nyaman
namun ingin terus berkembang
selaras arus zaman
...
Senin, 07 Juli 2008
LINGKAR SAHABAT
kau luangkan malam
'tuk meneduhkan
kau embunkan pagi
'tuk menyegarkan
kau sempatkan siang
'tuk menghangatkan
kau hembuskan senja
'tuk menenangkan
kau tak selalu sejalan
namun tetaplah seiring
kau tak selalu searah
namun tetap selingkaran
beda kita penuh pengertian
beda kita saling melengkapi
pelangi indah bukan karena sewarna
namun beragam warna
indahnya persahabatan
eloknya persaudaraan
meski terlahir dari rahim yang berbeda
terima kasih sahabat ..
'tuk meneduhkan
kau embunkan pagi
'tuk menyegarkan
kau sempatkan siang
'tuk menghangatkan
kau hembuskan senja
'tuk menenangkan
kau tak selalu sejalan
namun tetaplah seiring
kau tak selalu searah
namun tetap selingkaran
beda kita penuh pengertian
beda kita saling melengkapi
pelangi indah bukan karena sewarna
namun beragam warna
indahnya persahabatan
eloknya persaudaraan
meski terlahir dari rahim yang berbeda
terima kasih sahabat ..
Selasa, 27 Mei 2008
TERBAIK
Harapanku memang tak semuanya terkabulkan
tapi aku takkan berhenti 'tuk berharap
karena aku yakin
Tuhan selalu memberikan yang terbaik ...
Ma'afkanlah bila hati hamba tak sempurna mencintai-MU
dalam sanubari hamba
berharap hanya ENGKAU yang bertahta
...
tapi aku takkan berhenti 'tuk berharap
karena aku yakin
Tuhan selalu memberikan yang terbaik ...
Ma'afkanlah bila hati hamba tak sempurna mencintai-MU
dalam sanubari hamba
berharap hanya ENGKAU yang bertahta
...
Minggu, 25 Mei 2008
Pengingat
Tak ingin berdiam dan terlena dalam ruang nyaman
namun ingin terus berkembang selaras arus zaman
Memaafkan memang takkan mengubah masa lalu
namun akan mampu mencerahkan hari ini
dan masa depan ...
namun ingin terus berkembang selaras arus zaman
Memaafkan memang takkan mengubah masa lalu
namun akan mampu mencerahkan hari ini
dan masa depan ...
Kamis, 03 April 2008
Semoga
Mari kita coret kata putus asa
dari kamus kehidupan kita
Jangan salahkan siapapun juga
Mari kita hapus
kata tidak bisa dari buku harian kita
Semoga jalan kita dilapangkan oleh ALLOH ...
(Bimbo)
dari kamus kehidupan kita
Jangan salahkan siapapun juga
Mari kita hapus
kata tidak bisa dari buku harian kita
Semoga jalan kita dilapangkan oleh ALLOH ...
(Bimbo)
Bersyukur
Syukuri apa yang kita miliki
dan
Raih apa yang membuat kita bisa lebih bersyukur ..
(Jamil Azzaini - Inspirator Sukses Mulia)
dan
Raih apa yang membuat kita bisa lebih bersyukur ..
(Jamil Azzaini - Inspirator Sukses Mulia)
Langganan:
Postingan (Atom)

