seolah terbang tanpa sayap
ketika matanya menusuk ke mataku
seakan menelisik begitu dalam
menelusuri setiap inci diriku
ingin membaca apa yang terbersit di benakku
tak kuasa aku lama menatap pijarnya
aku kalah ..
namun tak merasa kalah
serasa ceria menyelimuti segenapku
aku tersipu di kedalaman kagumku
dia adalah mimpiku
dia adalah anganku
dia adalah hujan di kemarauku
meski belumlah sempat
bertukar lisan
beradu sapa hangat
dia telah merobohkan dinding keangkuhanku ini
...
Jumat, 26 Maret 2010
Selasa, 23 Maret 2010
PUISI RINDU
seuntai rindu ini
aku bungkus rapi dalam sebentuk puisi
mungkin takkan pernah bisa tersampaikan
kepada hati yang ku rindu
hanya denyut rasa tak berbalas
menjadi bait-bait tak bermakna
hanya genggam tanya tak terjawab
menghampa dalam sepi peraduan
aku bungkus rapi dalam sebentuk puisi
mungkin takkan pernah bisa tersampaikan
kepada hati yang ku rindu
hanya denyut rasa tak berbalas
menjadi bait-bait tak bermakna
hanya genggam tanya tak terjawab
menghampa dalam sepi peraduan
Minggu, 21 Maret 2010
CERITA LALU
melewati lagi jalan itu
jalan yang ku tahu
kan membawa benakku kepadamu
mendengar suaramu
memahami ceritamu
terselip canda tuk redakan suntuk
waktupun seolah mengerti
dan berpihak pada kita
saling mengumbar kata dan kerinduan
kau senyumkan hari-hariku
mengisi penuh ruang rasaku
kita meniti detik demi detik dengan indahnya
sampai pada saat itu
saat dimana kau mesti mengikat janji suci dengannya
janji yang telah lebih dulu kau ikrarkan
tuk memasuki gerbang hidupmu yang baru
kau pun utarakan tanyamu padaku
apa aku masih menantimu
jika kelak kau ingin kembali padaku
akupun terdiam
dan hanya raut sendu ku isyaratkan
jika aku masih sendiri
maka aku akan menerima dirimu kembali
namun kini ku mesti melepaskan semua rasa itu
rasa yang sejatinya tak ingin kulepas
ku harus merelakan semua asa itu
asa yang tak layak kuharapkan lagi
engkau telah bersamanya
hingga kini tetap bersamanya
dan akupun telah menemukan sang pengisi hampaku
sang kekasih yang telah kupilih
dan kuyakini jadi pendampingku untuk selamanya
...
jalan yang ku tahu
kan membawa benakku kepadamu
mendengar suaramu
memahami ceritamu
terselip canda tuk redakan suntuk
waktupun seolah mengerti
dan berpihak pada kita
saling mengumbar kata dan kerinduan
kau senyumkan hari-hariku
mengisi penuh ruang rasaku
kita meniti detik demi detik dengan indahnya
sampai pada saat itu
saat dimana kau mesti mengikat janji suci dengannya
janji yang telah lebih dulu kau ikrarkan
tuk memasuki gerbang hidupmu yang baru
kau pun utarakan tanyamu padaku
apa aku masih menantimu
jika kelak kau ingin kembali padaku
akupun terdiam
dan hanya raut sendu ku isyaratkan
jika aku masih sendiri
maka aku akan menerima dirimu kembali
namun kini ku mesti melepaskan semua rasa itu
rasa yang sejatinya tak ingin kulepas
ku harus merelakan semua asa itu
asa yang tak layak kuharapkan lagi
engkau telah bersamanya
hingga kini tetap bersamanya
dan akupun telah menemukan sang pengisi hampaku
sang kekasih yang telah kupilih
dan kuyakini jadi pendampingku untuk selamanya
...
Sabtu, 13 Maret 2010
HATIKU TENTANG HATIMU
sebongkah rindu telah membatu
pun kian mengepal segenggam asa
jatuh luruh pada sebentuk hati
tertambat sudah hati yang kelana
bersandar nyaman di buaian senandung lembutnya
senyum nan sederhana
namun begitu mengagumkan
senyum nan menawan
selalu bersemi di ujung bibirnya
melukis keindahan adanya dikau
takkan tersangkal lagi
damai ku bersanding denganmu
bermahkota bahagia tuk selamanya
...
pun kian mengepal segenggam asa
jatuh luruh pada sebentuk hati
tertambat sudah hati yang kelana
bersandar nyaman di buaian senandung lembutnya
senyum nan sederhana
namun begitu mengagumkan
senyum nan menawan
selalu bersemi di ujung bibirnya
melukis keindahan adanya dikau
takkan tersangkal lagi
damai ku bersanding denganmu
bermahkota bahagia tuk selamanya
...
Jumat, 12 Maret 2010
LANJUTKAN SAJA
pernah inginkan diam
hentikan langkah yang telah melaju
lelah yang mendera
jenuh yang menghujam
patah harap tentang semua
seiring guliran sang waktu
membawa perahuku tanpa haluan
hanya ikuti arus entah kemana
ternyata ...
lelah tetaplah mendera
jenuh semakin menghujam
kian terpeluk rapuh segenap diriku
oh tersadar aku
terbangun aku
mentari dinanti karena sinarnya
bulanpun indah karena cahayanya
angin menyejukkan karena hembusnya
begitupun aku
kan berarti sebagai manusia
karena dermakan segala apa yang kupunya
setinggi aku kuat mendaki
sejauh aku sanggup memandang
semampu diri memberi manfaat
bijak ku tetapkan hati
aku kan lanjutkan perjalananku ini ..
hentikan langkah yang telah melaju
lelah yang mendera
jenuh yang menghujam
patah harap tentang semua
seiring guliran sang waktu
membawa perahuku tanpa haluan
hanya ikuti arus entah kemana
ternyata ...
lelah tetaplah mendera
jenuh semakin menghujam
kian terpeluk rapuh segenap diriku
oh tersadar aku
terbangun aku
mentari dinanti karena sinarnya
bulanpun indah karena cahayanya
angin menyejukkan karena hembusnya
begitupun aku
kan berarti sebagai manusia
karena dermakan segala apa yang kupunya
setinggi aku kuat mendaki
sejauh aku sanggup memandang
semampu diri memberi manfaat
bijak ku tetapkan hati
aku kan lanjutkan perjalananku ini ..
Langganan:
Postingan (Atom)

